Minggu, 30 April 2017

[Review] Novel Antara Matana dan Hujan – Karena Cinta tak akan pernah Kemana




Judul               : Antara Matana dan Hujan
Penulis             : Arnita Adam
Tahun terbit     : Pertama, Januari 2017
Dimensi           : vii + 157 halaman, 14 x 20 cm
Penerbit           : AE Publishing
ISBN               : 978-602-6325-30-3

Blurb


“Aku menemukanmu di saat hatiku gundah gulana, di kala aku membutuhkan seseorang sebagai tambatan jiwa. Kamu datang tepat waktunya. Berkat hadirmu, dunia ini terasa lebih bermakna. Aku sungguh mencintaimu, tetapi kenapa kau tak pernah
memandangku melebihi seorang saudara?”
- Clement Anyarkoh
.
 “Aku mencintaimu sejak pertama kali melihatmu dari balik jendela. Aku melambaikan tangan dan mengajakmu bermain bersama hujan. Aku dan engkau saling menatap penuh makna, saat kau tak pernah tahu perasaanku. Lalu diam-diam aku menginginkanmu.
Maukah kau bersamaku selamanya?”
- Reinolf Queque
.
 “Aku bukan pecundang yang merebut milik orang lain, tapi aku memperjuangkanmu,
‘My Empress’, sampai menutup mata. Karena mencintaimu adalah
Sebuah panggilan tanpa alasan. Aku mencintaimu, Matana”.
- Abdul Rasyid
.
“Aku tidak pernah tahu arti cinta yang sebenarnya. Bagiku semua laki-laki licik dan berbahaya seperti papa. Meskipun begitu, aku masih percaya kepada cinta Allah SWT.
Aku percaya, suatu hari nanti Allah pasti mengirimkan seseorang
yang mencintaiku dan mencintai-Nya”
- Afianti Matana

[Review] Antara Matana dan Hujan – Karena Cinta tak akan pernah Kemana



Terlalu membenci sesuatu karena sebuah tragedi di masa lalu itu tidaklah baik untuk kehidupan yang kita miliki. Namun, memaafkan apa yang telah terjadi dengan menyikapi sebijak mungkin itu, membuat hidup kian damai tanpa mengalami keraguan ataupun rasa khawatir dan cemas jika bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan kejadian di masa lampau tersebut.

Seperti halnya kisah Afrianti Matana yang mana dia sangat trauma dengan keadaan yang dialami ibunya yang membuat dia dan juga adiknya – Inta, harus mengalami broken home. Dia ditinggal ayahnya ke kampung halamannya, sedangkan ibunya meninggal dunia akibat konflik dalam keluarga.

Kejadian bermula ketika ada seorang lelaki yang berasal dari Kota Accra, Ghana. Saat dia melihat akun sosial media miliknya, ada sebuah hal yang menyita perhatiannya. Sebuah komentar yang penuh kebijakan yang di urai dalam kolom komentar salah seorang user yang menjadi teman di facebook milik Clem tersebut.

Clem Anyarkoh, nama lelaki yang terpikat dengan sikap Anti seketika itu. Diliputi rasa penasaran yang tinggi, membuat Clem ingin berkenalan lebih dekat lagi pada Anti.

Aku ingin sekali mengirimnya pesan,. Tapi, masa baru kenal beberapa menit langsung mengirimi pesan? Apa ini tidak terlalu cepat? Ehm... tapi aku sangat tertarik padanya. Ah, masa bodohlah! – Halaman 5

“Seseorang yang menyukai kartun, cara berpikirnya logis, dan menyukai hal-hal yang nyata,” – halaman 30

Seiring berjalannya waktu pun, Clem dan Anti semakin tinggi tingkat komunikasinya, baik via Facebook, akun sosial media lainnya, atau dengan telfon.

Di lain sisi, keresahan pun juga tengah melanda adik Anti –Inta– yang rindu dengan kehadiran ibunya. Dia juga ingin bertemu sekaligus tinggal bersama ayahnya yang berasal dari Accra, Ghana. Melihat kenyataan tersebut, Anti merasa bersalah karena belum mencukupi kebutuhan Inta dengan baik, walau transferan selalu datang dari Ayahnya. Hal yang membuat anti tak menyentuh atau menggunakan uang kiriman Ayahnya, karena kejadian lampau itu, hingga dia pun masih ragu-ragu untuk memaafkan ayahnya, atau belum siap jika harus tinggal dalam satu atap.

“Kak, sejahat-jahatnya ayah, dia tetap orangtua kita. Inta kangen Ayah,” – Halaman 9

“Kakak cari uang dari mana? Mengandalkan pekerjaan kakak sebagai penulis? Bahkan untuk makan saja tidak cukup.” – Halaman 15

Sedangkan kedekatan Clem dan Anti kian lekat. Bahkan Clem berharap akan hubungan yang lebih serius lagi dengan Anti. Tapi sayangnya, Anti hanya menganggap Clem Anyarkoh sebagai salah satu saudara semuslimnya. Meski setelah kejadian itu, Clem menjauh dari Anti, dan kembali dekat lagi ketika dia benar-benar dililit kesusahan saat akan mengurus skripsinya.

Kenapa aku bisa mempercayai Clem seperti ini? Bukankah aku baru mengenalnya beberapa minggu? – Halaman 18

“Anti, apa kamu percaya aku orang yang baik?” – Halaman 18

Kemudian itu, Anti mendapatkan mandat dari atasannya – Mr.Robert – untuk mengusut lebih dekat lagi tentang problema yang terjadi di kota Accra terkait kasus penipuan online yang menuai banyak kerugian dan sedang gencar                              terjadi di sana. Tanpa sepengetahuan Anti, perintah untuk menyelidiki kasus tersebut tidak lain karena ada campur tangan pria bernama Reinolf Queque yang pernah memiliki kenangan dengan Anti saat keduanya masih kecil.

Keraguan pun tengah menimpa Anti, dia khawatir karena harus kembali ke Accra. Dia takut jika nanti bertemu Ayahnya dan terpaksa harus tinggal bersamanya. Accra menjadi trauma terberat Anti. Tapi, penyelidikan kasuss itu juga menarik untuk Anti kuak, pasalnya dia juga bekenalan dengan pria asal Accra melalui sosial media. Yah, dia khawatir Clem juga akan menipu Anti.

Karena dijanjikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja itu yang akan menjadikannya salahsatu pegawai tetap, membuat Anti menerima tawaran dari Mr. Robert. Sedangkan Mr. Robert telah menyarankan Reinolf Queque sebagai pemandu Anti saat berada di Accra.

Anti dan Reinolf kembali dekat antara pemandu dan jurnalis. Tapi Anti merasa nyambung dengan Reinolf seakan-akan pernah dekat sebelumnya, sedangkan Clem sangatlah sedih karena harus jauh komunikasinya dengan Anti – halaman 52.

Kadang cinta butuh cara-cara tak wajar untuk tumbuh. – halaman 57

Hingga waktu keberangkatan Anti ke Accra pun tiba. Sesampainya di sana, sembari menunggu Reinolf menjemputnya, Anti tertidur pulas sehingga koper serta dokumen penting miliknya hilang. Entah siapa yang mengambil. Karena di sana juga marak sindikat penipuan yang dilakukan Geng Sawaka. Bahkan Clem sendiri ikut terseret dalam penculikan oleh geng tersebut. Karena telah mengunggah aktifitasnya saat membobol Facebook milik temannya di Youtube. Sehingga mereka mengincar Clem sebagai salahsatu tim force Geng Sawaka. Selain itu, ada Masya yang juga diculik karena dia adalah adik dari pimpinan perusahaan yang tak lain adalah Reinolf Queque – halaman 66.

Bagaimana kisah Anti dan Reinolf selanjutnya? Akankah Anti akan menerima perjanjian untuk menikah dengannya dikarenakan dokumen pentingnya telah hilang, sehingga sulit jika dia harus kembali ke Indonesia. Siapakah dalang dalam pencurian koper Anti. Akankah Clem bisa bertemu dengan Anti? Dapatkah Anti bertemu dengan sosok yang dicarinya selama ini? Siapakah Abdul Rashid itu? Temukan keseluruhan kisahnya dalam Novel Antara Hujan dan Matana ini.

Novel yang ditulis oleh Arnita Adam merupakan novel yang memiliki latar belakang menarik untuk disimak. Penulis mendapatkan berbagai ide yang fresh dalam menggali setiap detail Kota Accra dan menuturkan kepada pembaca tanpa unsur menggurui bahkan dia menuturkan telah mewawancarai summber yang berasal dari sana sendiri.

Disampaikan dengan alur maju-mundur, dengan sudut pandang tiap tokoh yang cukup jelas. Sehingga pembaca lebih mudah memahami karakter, pemikiran, maupun konflik batik antar tokoh. Latar tempat dan waktunya dituturkan dengan sangat detail. Walau ada beberapa typo yang masih beterbangan, namun tidak mengurangi kenikmatan dalam membaca setiap alur cerita di dalamnya.

Yang membuat saya kagum, penulis juga masih menyelipkan beberapa adat dan kebiasaan dalam menikah di Accra, makanan tradisional di sana, maupun kejadian di masa lalu yang membuat trauma Clem dalam hal menggambar yang mungkin juga pernah dialami pembaca yang tejadi karena kesalahan sepele.

“Masih ada pertanyaan kenapa saat pernikahan di Ghana, mempelai wanita rela diberi Lei-lei dengan tidak sholat ashar, maghrib, Isya’?” – halaman 43.

Selain daripada itu, Novel ini recommended sekali itu dibaca. Bahasanya ringan, temanya menarik, kisah cinta yang dikemas dengan bingkai yang berbeda, cinta yang memiliki keterkaitan dengan kejadian di masa lalu.

Mengajarkan kepada pembaca untuk memaafkan masa lalu sekaligus berdamai dengannya, dan fokus dengan masa sekarang. Jika mencintai seseorang atas dasar karena-Nya, maka kita juga akan dipertemukan dengan orang yang sama-sama mencintai-Nya pula. Teguran, sekaligus sikap seorang guru terhadap murid amatlah sangat berpengaruh dengan masa depan anak. Lain dari pada itu, mendapatkan hati seseorang dengan cara yang tidak tentu tidak akan pernah berakhir dengan baik. Mencuri hak dalam kreatifitas sebuah produk bukanlah hal yang baik untuk ditiru.

Masih ada lagi beberapa pesan yang disampaikan oleh penulis. Sekejam-kejamnya seorang ayah kepada anak, dia tetaplah ayahnya, bukan mantan ayah. Merangkul masa lalu membuat hidup kian lebih berwarna. Yuk baca Novel ini, bisa langsung pesan melalui penulisnya atau dengan konfirmasi lewat AE Publishing.

Tell me. Iam listening. Tell me. I hear you now,… - halaman 31

“Empress, jawablah! Dulu saat kita di Afganistan, kau tidak seperti ini. Kau selalu berpikir logis. Pasti ada yang tak beres atas pernikahanmu!” – halaman 118

Empress, bersabarlah. Jangan putus asa dari ridho Allah, pasti ada hikmah.


Semoga bermanfaat, dan jangan lupa feel free to drop your comments ya…

1 komentar:

  1. Bagus ini buku ya, aku jadi penasaran pengen punya

    BalasHapus

Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya...
^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...